paket travel umrah haji ramadhan 2016 jakarta
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Manasik » Kewajiban DAM dalam ibadah haji

Kewajiban DAM dalam ibadah haji

(1859 Views) April 28, 2016 8:38 pm | Published by | Comments Off on Kewajiban DAM dalam ibadah haji

Tatacara Manasik Haji lengkap – Bagi yang sudah melaksanakan ibadah haji mengerti apa itu dam, karena sebagian besar jamaah haji indonesia melakukan haji dengan cara haji tamattu’.

Sebelumnya penulis telah memaparkan penjelasan mengenai “Syarat wajib haji, rukun dan wajib Haji“. Menyambung artikel tentang manasik haji serta penjelasan detail tentang dam, dibawah ini akan penulis jelaskan mengenai pengertian dam, jenis-jenis dam, cara melakukan/membayar dam, perbedaan penyembelihan dam dengan hewan qurban.

PENGERTIAN DAM

Dam secara bahasa maknanya darah. Sementara menurut istilah yaitu mengalirkan darah (menyembelih ternak : kambing, unta atau sapi) untuk melengkapi ketentuan manasik haji.

Orang yang melakukan haji tamattu’ maupun haji qiran, padahal ia bukanlah penduduk tanah suci Mekah, maka wajiblah baginya untuk menyembelih dam, yaitu sepertujuh unta, atau sepertujuh sapi atau satu kambing. Membayar Dam wajib didapatkan dari hasil uang yang halal dan serta hasil pekerjaan yang baik.

JENIS-JENIS DAM

Dam itu terdiri dari dua jenis, yaitu berikut ini :

  1. Dam nusuk (sudah sesuai ketentuan manasik) yaitu dam yang ditimpakan bagi jamaah yang mengerjakan ibadah haji dengan cara haji tamattu’ atau qiran (Dam yang dikenakan bukan disebabkan melakukan kesalahan/meninggalkan wajib haji/umroh).
  2. Dam isa’ah yaitu dam yang ditujukan bagi jamaah yang melanggar aturan manasik atau melakukan kesalahan, seperti :
  • Melanggar aturan ketika ihram umrah atau haji
  • Melewati salah satu wajib umroh atau haji yang terdiri dari:

1)      Tidak melakukan ihram/berniat dari Miqat

2)      Tidak melakukan mabit di Muzdalifah

3)      Tidak melaksanakan mabit di Mina

4)      Tidak melempar jumrah

5)      Tidak thawaf wada’ saat haji.

sebab bayar dam dalam ibadah haji jamaah indonesia

Cara Melaksanakan Dam dalam ibadah haji

Cara mengerjakan Dam yaitu dengan menyembelih/memotong hewan ternak sesuai dengan ketetapan hewan qurban (kambing, sapi, unta). Jika tiada kemampuan untuk membeli hewan hadyu (hewan dam) yang wajib disembelihnya, maka wajiblah baginya untuk melakukan puasa selama tiga hari pada masa-masa melaksanakan haji dan tujuh hari lagi stelah pulangnya ke tanah air.

Berpuasa 3 hari pada saat melakukan ibadah haji dibolehkan untuk dilakukan sebelum datangnya hari nahar atau pada 3 hari Tasyrik. Apabila puasa 3 hari di Mekah tidak dapat dilakukan disebabkan suatu hal, maka diharuskan untuk mengqadha sesampainya di tanah air dengan ketentuan puasa 3 hari dengan 7 hari dipisahkan 4 hari.

Apa Perbedaan Qurban dengan Penyembelihan Dam?

Qurban yaitu sembelihan yang menyangkut dengan hari Qurban dan hari Tasyrik (11,12,13 dzulhijjah), hukumnya sunnah untuk seluruh umat muslim baik yang lagi melakukan haji atau tidak, serta dapat dilakukan di mana saja termasuk di Tanah Air.

Sementara Dam yaitu sembelihan yang berhubungan dengan amalan manasik haji, baik disebabkan ketetapan manasik haji seperti tamattu’ dan qiran (dam nusuk) atau karena pelanggaran dan harus dilaksanakan di Tanah Haram (dam isa’ah).

Tuliskan pertanyaan dan komentar anda!

comments

This post was written by Zaenal
About

Situs ini bertujuan membantu memberikan referensi dan panduan serta tuntunan bagaimana cara manasik haji dan umroh lengkap beserta doa2 sesuai tuntunan Rasulullah. juga informasi tentang tips mudah dalam haji & Umroh. Blogger | Writer | SEO Enthusiast | Internet Marketer | Kumpulan manasik Haji & Umrah | Info Daftar Biaya Umrah 2016 |

Comment Closed: Kewajiban DAM dalam ibadah haji

Sorry, comment are closed for this post.